Untuk dapat dengan mudah mempelajari pahlawan, adik-adik bisa
melihatnya di dalam uang kertas pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, dan
seterusnya sampai Rp100.000. Ayo ada dong yang sekarang sedang memegang
uang? Coba lihat ada gambar pahlawannya tidak? Kemudian baca. Masih
belum tahu juga? Nah, coba tanyakan ke orang tua dan atau guru kalian.
Minta petunjuk dan cari informasi tentang pahlawan yang ada di uang
kertas tersebut. Karena Kakak yakin, adik-adik pasti tidak tahu siapa
dan dari mana para pahlawan yang ada di uang kertas tersebut, he he he.
Mudah-mudahan kakak salah menebak ya… .

Pahlawan berasal dari kata ‘pahala’ yang diberi imbuhan ‘-wan,’ artinya seseorang yang mempunyai pahala, tentunya orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang telah berbuat baik, seperti pahlawan yang telah berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain telah berjasa bagi negeri pada masa penjajahan, gelar pahlawan hanya disematkan kepada orang yang telah meninggal/wafat. Gelar pahlawan bukan gelar sembarangan, sangat sulit untuk mendapatkannya. Bahkan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus presiden dan wakil presiden pertama kita, baru mendapatkan gelar pahlawan pada tahun 2012 kemarin lho. Ada yang tahu ‘gak?
Lalu apa yang dapat adik-adik lakukan untuk mengenang jasa pahlawan?
Kakak kurang setuju apabila kita mengenang jasa pahlawan dengan mengikuti perlombaan seperti lomba panjat pinang, balap karung, balap makan kerupuk, dan lain-lain. Mengapa? Panjat pinang adalah salah satu perlombaan yang ada sejak zaman penjajahan Belanda dan digunakan sebagai hiburan oleh orang-orang Belanda, mereka menertawakan orang-orang yang jatuh ke lumpur atau saling berebut hadiah. Selain itu apakah para pahlawan akan bangga apabila perjuangan mereka yang telah meneteskan keringat, darah dan air mata, bahkan juga nyawanya, hanya dilambangkan dengan lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, dan lain-lain, tentu saja tidak sebanding bukan?
Hal yang paling tepat yang dapat adik-adik lakukan adalah dengan mencontoh sikap seorang pahlawan, karena adik-adik tidak mungkin menjadi pahlawan saat ini. Ingat definisi pahlawan yang sudah kakak jabarkan di atas, bahwa gelar pahlawan hanya diberikan kepada orang yang telah wafat/meninggal.
Sikap pahlawan antara lain, ikhlas dalam melakukan sesuatu atau tanpa pamrih, contohnya ketika diminta orang tua untuk membereskan tempat tidur, adik-adik harus dengan senang hati melakukannya, bukan karena paksaan atau ingin dipuji oleh orang tua bahkan karena adanya imbalan yang diberikan.
Sikap lainnya adalah rela berkorban, adik-adik bisa menerapkan sikap tersebut misalnya ketika adik-adik sedang menonton acara favorit di televisi lalu orang tua adik-adik meminta tolong untuk menjaga adik kecil. Ketika adik-adik bersedia membantu orang tua menjaga adik kecil, berarti adik-adik telah rela mengorbankan kesenangan adik-adik untuk meringankan beban orang tua, dengan berbuat baik berarti adik-adik akan mendapatkan pahala lho, he he he.
Adik-adik juga harus belajar dengan rajin agar menjadi anak yang pintar dan cerdas agar tidak dibodohi oleh orang lain, agar kita tidak dijajah lagi. Tidak mau ‘kan kita dijajah lagi? Nah, untuk mengenal jasa para pahlawan, salah satunya kita bisa belajar sejarah lho, sehingga mengetahui lebih dalam apa jasa mereka terhadap negeri dan mengapa mereka diberikan gelar pahlawan.
Pahlawan berasal dari kata ‘pahala’ yang diberi imbuhan ‘-wan,’ artinya seseorang yang mempunyai pahala, tentunya orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang telah berbuat baik, seperti pahlawan yang telah berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain telah berjasa bagi negeri pada masa penjajahan, gelar pahlawan hanya disematkan kepada orang yang telah meninggal/wafat. Gelar pahlawan bukan gelar sembarangan, sangat sulit untuk mendapatkannya. Bahkan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus presiden dan wakil presiden pertama kita, baru mendapatkan gelar pahlawan pada tahun 2012 kemarin lho. Ada yang tahu ‘gak?
Lalu apa yang dapat adik-adik lakukan untuk mengenang jasa pahlawan?
Kakak kurang setuju apabila kita mengenang jasa pahlawan dengan mengikuti perlombaan seperti lomba panjat pinang, balap karung, balap makan kerupuk, dan lain-lain. Mengapa? Panjat pinang adalah salah satu perlombaan yang ada sejak zaman penjajahan Belanda dan digunakan sebagai hiburan oleh orang-orang Belanda, mereka menertawakan orang-orang yang jatuh ke lumpur atau saling berebut hadiah. Selain itu apakah para pahlawan akan bangga apabila perjuangan mereka yang telah meneteskan keringat, darah dan air mata, bahkan juga nyawanya, hanya dilambangkan dengan lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, dan lain-lain, tentu saja tidak sebanding bukan?
Hal yang paling tepat yang dapat adik-adik lakukan adalah dengan mencontoh sikap seorang pahlawan, karena adik-adik tidak mungkin menjadi pahlawan saat ini. Ingat definisi pahlawan yang sudah kakak jabarkan di atas, bahwa gelar pahlawan hanya diberikan kepada orang yang telah wafat/meninggal.
Sikap pahlawan antara lain, ikhlas dalam melakukan sesuatu atau tanpa pamrih, contohnya ketika diminta orang tua untuk membereskan tempat tidur, adik-adik harus dengan senang hati melakukannya, bukan karena paksaan atau ingin dipuji oleh orang tua bahkan karena adanya imbalan yang diberikan.
Sikap lainnya adalah rela berkorban, adik-adik bisa menerapkan sikap tersebut misalnya ketika adik-adik sedang menonton acara favorit di televisi lalu orang tua adik-adik meminta tolong untuk menjaga adik kecil. Ketika adik-adik bersedia membantu orang tua menjaga adik kecil, berarti adik-adik telah rela mengorbankan kesenangan adik-adik untuk meringankan beban orang tua, dengan berbuat baik berarti adik-adik akan mendapatkan pahala lho, he he he.
Adik-adik juga harus belajar dengan rajin agar menjadi anak yang pintar dan cerdas agar tidak dibodohi oleh orang lain, agar kita tidak dijajah lagi. Tidak mau ‘kan kita dijajah lagi? Nah, untuk mengenal jasa para pahlawan, salah satunya kita bisa belajar sejarah lho, sehingga mengetahui lebih dalam apa jasa mereka terhadap negeri dan mengapa mereka diberikan gelar pahlawan.
Komentar
Posting Komentar